Background



Manfaat cyber dalam ilmu komunikasi Broadcasting
06.00 | Arjuna Ageng Wijaya


BAB I
PENDAHULUAN


LATAR BELAKANG


Keunggulan media elektronik seperti televisi ketimbang media cetak memang terletak pada kemampuannya memberikan sajian paling aktual. Hal paling aktual itu sebagian besar bentuknya informasi alias berita. Masyarakat di Indonesia hampir semuanya mengetahui televisi dan memilikinya sendiri. televisi ini sangat akrab dikehidupan kita sehari-hari untuk menonton acara-acara yang disiarkan oleh stasiun televisi mulai dari film, kuis berhadiah, bahkan siaran yang diadakan secara langsung (Live) dan semuanya itu sangat tergantung dengan alat komunikasi yang kita gunakan.
Di Indonesia sendiri, siaran televisi muncul pertama kali saat diadakannya Asian Games-4 atas dasar keinginan Presiden Soekarno agar peristiwa akbar tersebut dapat dinikmati lewat televisi. TVRI pun muncul sebagai jawaban atas keinginan tersebut dan bernaung di bawah lembaga Kementerian Penerangan sampai dengan berakhirnya Orde Baru.
Saat ini teknologi sangat berperan penting dalam dunia pertelevisian . Saluran TV sudah dapat di pancarkan melalui, satelite, internet (streaming), dan dalam pengemasan berita juga telah dapat menggunakan media online.

·            RUMUSAN MASALAH
1.       Sejauh mana pengaruh cyber dalam membantu penyiaran TV menggunakan satelite ?
2.       Bagaimana Cyber dapat membantu streaming TV secara online ?



·            TUJUAN
1.       Mengetahui manfaat cyber dalam membantu penyiaran TV menggunakan satelite.
2.       Mengetahui kegunaan cyber dalam streaming TV secara online.



BAB II
PEMBAHASAN


Sejarah Pertelevisian Indonesia

Pertelevisian Indonesia diawali dengan berdirinya Televisi Republik Indonesia(TVRI) pada tahun 1962, setelah setahun sebelumnya Presiden Soekarno mengirimkan Telegram dari Wina untuk mendirikan Stasiun Televisi. Stasiun Televisi di Indonesia dibangun atas dasar ingin meliput acara ASEAN Games agar masyarakat bisa juga menyaksikan Pesta olah raga tersebut.
Kemudian sejarah kedua mencatat, pada tahun 1976 bulan Juli, Presiden Soeharto memutuskan untuk meluncurkan satelit Palapa A-1, pada saat itu Indonesia adalah Negara Ke-lima yang memiliki satelit buatan untuk menghubungkan Indonesia sekurang-kurangnya dari Sabang-sampai Merauke.  Satelit palapa A-1 tersebut digunakan juga untuk keperluan penyiaran acara televisi.

Lembaga Penyiaran Televisi Di Indonesia

Lembaga penyiaran televisi Indonesia secara nasional antara lain adalah: AnTeve, Digital1, GlobalTV, Garuda TV Netherlands, Indosiar, IM2 PayTV, Indovision, Jogja Medianet, KabelVision, Lativi, MetroTV, M2V MobileTV, QTV Network, RCTI, SCTV, Swara Chanel, TPI, Trans7, TransTV, TVRI, TelkomVision. Lembaga diatas belum termasuk dengan siaran televisi berskala lokal.

Penggunaan Satelit untuk Siaran (Broadcast)

Setelah manusia merambah angkasa luar diawal tahun 60-an sampai sekarang, ditempatkan banyak stasiun radio pancar ulang diangkasa luar yang sering disebut dengan satelit komunikasi. Kebanyakan dari satelit tersebut diletakkan diketinggian ±36000 Km diatas permukaan bumi atau diletakkan pada orbit Geosinkron (Geo).
SNG (Satellite News Gathering)

Sebelum membahas tentang SNG (Satellite NewsGathering), kita harus mengetahui terlebih dahulu apa itu transmisi. Transmisi itu sendiri merupakan ujung tombak dan berperan penting dalam sebuah siaran broadcast. Televisi merupakan media audio-visual, yang berarti memiliki unsur gambar dan suara. Bayangkan saja jika kita menonton TV tetapi gambar atau suaranya tidak bagus pasti tidak nyaman. Tugas dari transmisi adalah menyampaikan kualitas video maupun audio dengan baik ke televisi yang ditonton oleh para pemirsa yang ada dirumah.
Semua siaran yang ada baik itu dari studio yang hanya rekaman ulang(taping) ataupun acara langsung(live) yang ada di studio, yang langsung dari lokasi kejadian dan juga melalui OB Van (Outdoor Broadcast) van semuanya selalu melalui MCR(Master Control Room) sebelum dipancarkan kesatelit. Di MCR gambar dipasang logo televisi tersebut, lalu terdapat segmen iklan dan promo, sampai materi yang ingin disampaikan ke pemirsa dirumah benar-benar siap on air.

Dari MCR, materi tersebut menuju ke perangkat UPLINK untuk ditransmisikan melalu satelit ke stasiun relay yang berada diseluruh Indonesia.

Dalam siaran TV Broadcast, terdapat 3 macam sistem transmisi yang bisa digunakan yaitu:
1.      Transmisi satelit, yaitu transmisi dari studio ke stasiun relay diseluruh Indonesia.
2.      Transmisi tersetrial, yaitu transmisi dari stasiun relay daerah ke televisi pemirsa yang ada dirumah.
3.      Transmisi microwave, yaitu transmisi yang menggunakan sinyal gelombang micro, biasanya ini digunakan apabial terdapat event dari lapangan ke studio, bisa juga untuk backup dari studio ke stasiun relay terdekat, hal ini bisa terjadi jika keadaan cukup memungkinkan.

SNG (Satellite News Gathering) secara harfiah bisa diartikan sebagai pengumpul berita melalui satelit, meskipun sebenarnya SNG tidak selalu digunakan untuk kepentingan pemberitaan. SNG merupakan piranti (alat) untuk transmisi satelit yang portable, yang berarti SNG lebih praktis untuk dibawa kemana-mana (mudah berpindah tempat/mobile). Tidak hanya itu SNG ini juga mudah dalam hal proses install dan uninstall.

Orang pernah menyebutnya sebagai lampu senter. Dimana SNG merupakan lampu senternya sedangkan satelit merupakan cerminnya. SNG memantulkan materi berita/suatu kejadian, kemudian materi tersebut dipantulkan oleh satelit ke perangkat penerimanya atau yang biasa disebut dengan Ground Segment yang kemudian akan diproses di Master Control Room (MCR). SNG bisa digunakan untuk acara live dari luar studio.


Siaran langsung dari lapangan seperti siaran langsung sepakbola, SNG kemudian mengirimkan sinyal lalu diuplink ke satelit lau dipantulkan kembali ke MCR(Master Control Room) lalu kemudian diproses dan siap untuk di uplink kembali ke satelit, lalu diterima oleh stasiun relay di seluruh Indonesia kemudian baru di siarkan secara terrestrial  ke televisi yang ada dirumah.

DEFINISI TV STREAMING
Internet televisi (atau dikenal sebagai Internet TV, atau TV Online) adalah distribusi digital dari konten televisi melalui Internet. Ini tidak harus bingung dengan televisi Web - program pendek atau video yang dibuat oleh berbagai perusahaan dan individu, atau Internet protokol televisi (IPTV) - internet muncul teknologi standar untuk digunakan oleh lembaga penyiaran televisi. Beberapa televisi Internet dikenal sebagai catch-up TV.
Televisi Internet adalah istilah umum yang mencakup pengiriman acara televisi dan konten video lainnya melalui internet dengan teknologi video streaming, biasanya dengan besar penyiar televisi tradisional. Itu tidak menggambarkan sebuah teknologi yang digunakan untuk menyampaikan konten (lihat televisi internet protokol). Televisi Internet telah menjadi sangat populer melalui layanan seperti RTE Player di Irlandia; BBC iPlayer, 4oD, ITV Player (juga STV Player dan UTV Player) dan Permintaan Lima di Inggris; Hulu di Amerika Serikat; Nederland 24 di Belanda; ABC iView dan Australia TV Online di Australia; Tivibu di Turki.
PENGERTIAN
Televisi Internet (juga dikenal dengan Televisi daring (TV Online) adalah situs yang memiliki tayangan video yang terkonsep, selalu diperbaharui terus-menerus, tidak statis, mengikuti perkembangan peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar, dan bisa diakses oleh publik secara bebas, dengan berbagai macam bentuk pendistribusiannya.
Untuk dapat mengaksesnya, kita hanya perlu menguhubungkan ke komputer pribadi kita dengan koneksi Internet broadband berlangganan. Televisi Internet sering juga disebut dengan sebutan Television on the Desktop (TOD), TV over IP (Television over Internet Protocol) atau Televisi Protokol Internet, Vlog, dan juga Vodcast. Televisi Internet berbeda dengan televisi konvensional biasa. Kedua-duanya memang menayangkan banyak acara yang serupa, tapi televisi Internet lebih beragam dibandingkan stasiun televisi lokal yang biasa kita tonton di rumah ataupun Televisi kabel berlangganan. Televisi Internet ini bisa disiarkan secara pribadi oleh para pengguna Internet atau bisa juga oleh sekelompok orang atau perusahaan televisi besar yang juga punya layanan televisi online di Internet.
KONSEP
Televisi Internet memungkinkan pengguna untuk memilih konten atau acara televisi mereka ingin menonton dari sebuah arsip dari konten atau dari direktori saluran. Dua bentuk dari menonton televisi internet streaming konten langsung ke media player atau hanya men-download media ke komputer pengguna. Dengan "TV on Demand" pasar yang tumbuh, ini on-demand situs web atau aplikasi yang penting untuk penyiaran televisi utama.
Sebagai contoh, BBC iPlayer membawa pengguna yang melakukan streaming lebih dari satu juta video per minggu, dengan salah satu judul BBC menunjukkan The Apprentice mengambil lebih dari tiga persen menjadi lima persen dari lalu lintas internet di Inggris karena orang menonton episode pertama di BBC iPlayer. Ketersediaan konten TV online terus tumbuh. Sebagai contoh, di Kanada pada Mei 2011 ada acara TV lebih dari 600 yang tersedia untuk streaming gratis, termasuk beberapa judul utama seperti Survivor dan The Daily Show dengan Jon Stewart.

JENIS-JENIS TELEVISI INTERNET
Vlog, Sebutan untuk video web logging. Semacam blog, tapi media ini menyampaikan informasi lebih menggunakan video. Siaran televisi online jenis ini dapat memudahkan penontonnya untuk dapat fleksibel memilih acara televisi kapanpun dan dimanapun yang ia inginkan. Jenis televisi online ini banyak ditemukan dalam blog-blog pribadi.
Vodcast atau video podcast, Ini digunakan untuk menyebut siaran video on demand, siaran televisi yang disiarkan lewat jalur RSS atau Atom. Jika ada tayangan yang menarik, tayangan tersebut dapat diunduh dalam bentuk arsip atau langsung dilihat dalam bentuk streaming. Vodcast ini kemudian akan disisipkan dengan teknologi broadcatching. Setelah itu, para pengguna Internet bisa dengan mudah mengunduh berbagai macam siaran televisi yang tersedia di RSS syndication.
Lifecasting, Ini merupakan salah satu siaran video streaming mengenai seseorang atau suatu objek dengan media digital. Umumnya lifecasting disiarkan melalui media Internet, yang ditayangkan secara langsung dan terus-menerus. Konsep seperti ini juga sering digunakan dalam televisi lokal biasa di rumah-rumah. Salah satu website yang memudahkan para pengguna Internet untuk membuat televisi online jenis ini adalah Ustream.tv.

METODE PENYIARAN
Teknik broadcasting, Melalui teknik ini, kita dapat mengunduh berbagai macam siaran televisi atau video berbagai acara yang ada pada RSS syndication. Teknik ini juga merupakan pengembangan dari vodcast. Ada beberapa aplikasi yang mendukung teknik ini, antara lain Miro, blinkx, dan Joost. Aplikasi-aplikasi tersebut memiliki fungsi untuk mendata sejumlah acara dari beberapa situs, kemudian pengunjung situs tinggal memilih acara apa yang akan ditonton, maka aplikasi tersebut akan langsung menayangkan langsung siaran yang kita pilih atau mengunduhkan acara tersebut.
Teknik Streaming, Streaming adalah cara penayangan langsung sebuah data multimedia dari server penyedia layanan ke komputer pribadi kita. Semakin cepat koneksi Internet yang kita gunakan, maka akan makin cepat dan lancar pula tayangan tersebut dapat diputar. Contohnya ialah yang ada pada Youtube dan beberapa situs lain yang sejenis. Pada awalnya, format yang digunakan adalah QuickTime Movie (.mov), sekarang format yang lebih banyak digunakan ialah Flash Video (.flv).

PENGGUNAAN TELEVISI INTERNET
Koneksi Internet, televisi online akan mudah diakses dengan koneksi Internet yang berkecepatan tinggi. Koneksi yang masih dengan sistem Dial-up akan memperlambat siaran televisi yang sedang kita tonton. Karena data yang didistribusikan ialah berupa arsip multimedia dengan ukuran yag sangat besar. Saat ini koneksi broadband telah dapat digunakan dengan sangat lancar di Indonesia, baik itu melalui jaringan kabel fiber optik broadband yang disediakan oleh beberapa provider jaringan Internet atau jaringan 3G di ponsel kita. Semakin besar kecepatan koneksi Internet, maka kualitas tayangan yang bisa kita saksikan akan semakin baik pula. Melalui televisi online ini kita bisa menyaksikan tayangan berkualitas HD (High Definition) pada kecepatan lebih dari 512 kbps.
Aplikasi pendukung, Hanya dengan menggunakan sebuah browser kita sudah dapat menyaksikan tayangan televisi ini. Namun, ada pula beberapa yang mensyaratkan agar komputer pribadi kita telah mempunyai beberapa aplikasi ini, antara lain Adobe Flash Player, Java, dan lain-lain. Tapi kesemuanya itu bisa didapatkan secara gratis dengan mengunduhnya di berbagai situs.
Persyaratan lain, Untuk menyaksikan tayangan televisi melalui Internet, beberapa program mensyaratkan spesifikasi PC tertentu, namun tidak memerlukan spesifikasi yang tinggi, hanya dengan spesifikasi yang standar kita sudah bisa menggunakan untuk menonton tayangan di televisi Internet. Umumnya agar kita bisa dengan nyaman menonton televisi melalaui Internet, PC yang kita miliki minimal memiliki spesifikasi Windows XP Service Pack 2 dengan DirectX 9.0c, prosesor Pentium 4 1GHz, memori RAM 512 MB, kartu grafis 32 MB, dan dukungan DirectX. Speaker dengan kualitas suara yang bagus dan layar monitor yang tajam dan lebar juga akan menambah kenyamanan kita menyaksikan tayangan acara di televisi Online.

PERKEMBANGAN CYBER DALAM BROADCAST
Media online di Indonesia, data dari Netcraft atas survei server, total web hoster naik 5.4 juta website selama bulan Desember. Total jumlah website sampai 2008 mencapa 155,230,051 buah. Perkiraan peningkatan jumlah website di tahun 2007 saja sudah bertambah sampai 50 juta website baru, dan mengalahkan jumlah pertambahan situs pada tahun 2006 dengan peningkatan 30 juta situs.
Peningkatan jumlah situs baru mungkin tidak mengejutkan alasannya, adanya situs jenis baru blog. Myspace, Live space dan Blogger sekarang sudah mencapai angka 25 juta website. Jumlah nama domai baik yang masih hidup maupun yang mati telah tumbuh mencapai 18 juta website dalam 1 tahun lalu.
Berbeda dengan pengunakan software server. Penggunaan jenis data Apache dari seluruh web hosting ternyata turun1.19 persen dengan total 49.57 persen. Microsoft juga menyerah, karena mengalami penurunan 0.08 point dari 35.76 persen. 5 besar layanan terbesar di menangkan Google naik 0.23 point menjadi 5.51% dengan 8.56 juta situs. Perbandingan software Microsoft Vs Apache memiliki angka 55.51 juta vs 76.95 juta (sumber: Netcraft).

Awal mula berdirinya detikcom

Pada zaman Orde Baru pak Budiono bekerja di tabloid detik yang akhirnya pada masa Orde Baru tabloid tersebut di berangus bersama-sama dengan tabloid Tempo karena pada masa Orde Baru kebebasan Pers belum diperbolehkan. Akhirnya setelah mengalami hal tersebut pak budiono berfikir dan terus berfikir, bagaimana caranya beliau bisa menyampaikan informasi tetapi tidak melalui media cetak dan akhirnya beliau mencoba bisnis dotcom yang pada saat itu belum populer, beliau membuat sebuah website yang ditawarkan kepada beberapa media cetak salah satunya adalah kompas tetapi beliau ditolak dengan alasan media yang ditawarkan beliau tidak efisien dalam menyampaikan informasi, dan belum ada segmentasi pasarnya, kemudian beliau menawarkannya ke media cetak yang lainnya, namun tetap saja ditolak. "Yah...namanya juga orang lagi butuh duit, ya cara apapun.
akan diusahakan semaksimal mungkin" Begitu tandasnya. Setelah itu akhirnya beliau berfikir dan bersama seorang temannya Abdul Rahman, beliau berinisiatif mendirikan detikcom sendiri dengan modal awal 100 juta rupiah, beliau mendirikan media informasi tersebut tepatnya pada tanggal 9 Juli 1998 dengan nama detikcom, yang dibarengi dengan on linenya media informasi sejenis seperti satunet.com, astaga.com, koridor.com, mandiri.com.
Pada tahun pertamanya detikcom hanya beranggotakan 3 orang, Pak Budiono sendiri bertugas sebagai orang yang berada didepan komputer untuk mengupdate berita ke website, sedangkan temannya bertugas sebagai reporter di lapangan dan ketika mendapatkan berita, temannya menyampaikannya melalui telepon, yang lebih uniknya lagi pada saat itu belum ada handphone, jadi reporter detikcom hanya bermodalkan uang coin. "saat meliput berita di istana negara reporter harus mencari telepon umum, pada saat itu ada di gedung telkom dan reporter harus kesana dahulu untuk menelpon dan menyampaikan berita kepada saya yang berada di kantor detikcom", Ucap pak Budiono sambil mengingat kenangan itu. "Setelah selang beberapa bulan detikcom online, kami mendapatkan iklan pertama, pada saat itu iklan pertamanya adalah iklan Processor Intel Pentium III", tambahnya lagi sambil memperlihatkan gambar tampilan detikcom yang pertama kali terbit dengan iklan pertamanya dalam slide presentasinya. Detikcom pada saat itu berkantor di Lebak Bulus tepatnya di samping stadion sepak bola Lebak Bulus.

Filosofi nama detik sendiri adalah karena detikcom ingin menyajikan informasi yang ter-update setiap jam, menit bahkan detik.

Sejalan dengan berkembangnya teknologi dan "meleknya" masyarakat akan internet, detikcom semakin menanjak naik sebagai news online nomor satu di negeri ini. "Rangking detikcom menanjak ketika kejadian-kejadian luar biasa di negeri ini terjadi, diantaranya ketika Soeharto turun, Soeharto meninggal, Poligaminya A'a gym, terbitnya majalah Playboy indonesia dan yang lainnya" ucap pak Budiono dalam Presentasinya.

Dahulu tampilan detikcom yang hanya berisi berita-berita saja sekarang telah berubah menjadi iklan, ya...banyak sekali iklan yang ada di detikcom, dan inilah sebenarnya penghasilan yang luar biasa dari perusahaan ini.

Detikcom sekarang bukan hanya saja sebagai news online saja melainkan menjadi Portal, dari mulai blogs yang dinamai blogdetik.com, forum, detiknews, detikhot dan masih buanyak lagi fasilitas yang tersedia di detikcom.




Revolusi media

Media informasi awalnya hanya sebatas pada media cetak dan televisi saja, hal ini dikarenakan terbatasnya ifrastruktur IT. Seiring berjalannya perkembangan teknologi, media informasi sekarang bisa di akses melalui website dan tidak hanya terbatas pada media cetak atau media televisi saja. Di indonesia sendiri media informasi mulai be-revolusi ketika pada tahun 1998 yang dipelopori oleh detikcom yang menyediakan informasi berbasis web (online), dimana user tidak perlu lagi membeli media cetak atau dengan menonton televisi pada waktu-waktu tertentu untuk mendapatkan informasi, tetapi hanyab dengan berselancar ke dunia maya dan mengakses situs detikcom. Revolusi media terjadi karena keinginan dari user untuk mendapatkan informasi tiada batas, dimanapun dan kapanpun informasi bisa didapatkan serta mendapatkan berita yang terbaru setiap saat.
Dengan perkembangan teknologi yang semakin hebat, revolusi media saat ini telah berkembang kearah kemudahan medokumentasikan dan menyiarkan setiap informasi / peristiwa peristiwa yang terjadi. hal ini bisa dilihat pada acara metro TV yakni i wittness, dimana setiap informasi yang disajikan dalam acara tersebut adalah informasi yang berhasil diliput oleh masyarakat biasa dengan menggunakan media recorder digital standar, seperti handycam, camera digital, handphone dan yang lainnya, hal ini dilakukan karena antusiasme dari masyarakat untuk memberikan informasi sangatlah tinggi. Detikcom telah terlebih dahulu menggunakan media ini dengan dibekali handphone yang dapat merekam video, suara dan foto beresolusi tinggi, wartawan detikcom bisa dengan mudah mendokumentasikan setiap peristiwa yang mengandung informasi dan mengirimkannya ke redaksi untuk di edit yang kemudian langsung disiarkan melalui website canggih tersebut.








BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

Kemajuan teknologi komunikasi cyber menciptakan pelayanan-pelayanan komunikasi baru. Komunikasi-komunikasi dengan hubungan cyber diharapkan mampu menyediakan pelayanan global dan terpadu untuk setiap orang dan setiap Negara tidak hanya diIndonesia. Salah satunya teknologi Komunikasi cyber menyediakan pelayanan dalam dunia pertelevisian. Dengan menggunakan Internet komunikasi data yang mengalir bisa dilakukan secara online. Dan bisa dilakukan dimana saja, karena merupakan piranti yang portable. Di Indonesia internet kini digunakan oleh semua stasiun televisi swasta nasional untuk proses pemberitaan secara live dari lokasi kejadian maupun media online.
Perkembangan dunia telah menciptakan kemudahan, yaitu dengan adanya internet, dan perkembangan teknologi.Cyber ini kini masuk dan digunakan oleh perusahaan televisi.


 

Komunikasi Cerdas Dari Media Dan Cerdas Bermedia

Saat ini orang-orang yang memiliki kecerdasan majemuk tak terelakkan memiliki akses terhadap media. Mereka membaca buku atau koran, mendengarkan radio, menonton televisi, atau media massa lainnya. Namun, tidak ada jaminan bahwa menjadi cerdas juga memiliki kecerdasan bermedia (media literacy).
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa kemudahan bagi siapa pun memelajari ilmu dan pengetahuan dari media massa. Media seperti perpustakaan yang koleksi bacaannya dan visualnya dapat dibawa pulang ke rumah. Tak heran jika kita dapat membangun kecerdasan lewat akses terhadap media. Misalnya, seorang anak yang belum masuk sekolah di Jakarta dapat menguasai bahasa Inggris tanpa diketahui orangtuanya! Selidik punya selidik, sang anak yang istimewa ini sering menonton film Barat di televisi. Ia cerdas berkat televisi.
Menganggap media sebagai sumber informasi yang bermanfaat semata-mata dapat menjerumuskan manusia ke kubangan yang mereduksi kualitas hidup. Tak dapat dimungkiri bahwa banyak produk media tidak sesuai dengan nilai-nilai sosietal yang hendak dibangun, misalnya ajakan kepada gaya hidup hedonis, pornografi dan pornoaksi, agresivitas, bullying, politicking, dan konstruksi lain dengan agenda tersembunyi. Banyak pihak melakukan persuasi kepada khalayak melalui tayangan yang “cantik” di media, tetapi sebetulnya punya niat yang kurang baik. Iklan-iklan yang mengundang decak kagum berserakan, tetapi sebetulnya mengajak kita untuk merokok.
Di sisi lain, menganggap media sebagai hal yang harus disingkirkan juga menghilangkan peluang untuk kita mengasah kecerdasan majemuk (multiple intelligences). Howard Gardner (1999), mengemukakan definisi kecerdasan yakni suatu potensi biopsikologis untuk memproses informasi yang dapat diaktifkan dalam suatu latar kultural untuk memecahkan masalah atau menciptakan produk-produk yang merupakan nilai dalam suatu kultur. Jelaslah bahwa kecerdasan dapat diasah melalui media. Sehingga menafikan media merupakan tindakan yang tidak bijaksana.
Melihat kenyataan bahwa media memiliki dua sisi yang berlawanan itu mencuatkan masalah, bagaimanakah kita menyikapi dan menyiasati realitas media agar kita mampu mengoptimalkan peran media dalam menumbuh-kembangkan kecerdasan kita?
Kecerdasan bermedia
Ketersediaan media yang ada di mana-mana (omnipresent), kuasa media yang berpotensi mengubah sikap, kepercayaan nilai-nilai, dan perilaku-perilaku (omnipotent) berkombinasi dengan kecenderungan masyarakat mengonsumsi bermacam-macam media (omnivorous) menumbuhkan budaya media di dalam masyarakat. Sehingga, interaksi masyarakat dan media tak terelakkan lagi. Sekalipun individu berusaha menolak dan menghindarkan diri dari media, ia tetap tak luput dari bidikan media. Karena, orang-orang kepada siapa ia berinteraksi juga mengonsumsi media. Dengan demikian, kecerdasan bermedia menjadi keniscayaan bagi setiap individu. Kecerdasan bermedia (media literacy) adalah suatu kemampuan untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi, dan menghasilkan komunikasi dalam berbagai bentuk melalui media.
Dengan kecerdasan bermedia, individu mampu mengelola pesan di media demi membekali diri menghadapi kenyataan hidup sehari-hari. Pada dasarnya kita menghadapi dua realitas dalam hidup kita, yakni realitas dalam dunia nyata dan realitas di media (Potter, Media Literacy, 2001). Dunia nyata adalah tempat di mana kita melakukan kontak langsung dengan orang-orang lain, lokasi, dan peristiwa. Sebagian besar dari kita merasa bahwa dunia nyata ini amat terbatas, sehingga kita tidak dapat mengambil semua pengalaman dan informasi. Dalam rangka memperoleh pengalaman-pengalaman dan informasi tersebut, kita melakukan penjelajahan melalui dunia media.
Di situlah letak permasalahannya. Realitas di media, karena tidak alami, amat rentan terhadap distorsi. Karena pesan-pesan di media dikonstruksi, pesan-pesan itu merupakan representasi dari realitas yang diboncengi nilai-nilai dan sudut pandang, dan masing-masing bentuk media menggunakan seperangkat aturan yang unik untuk mengonstruksi pesan-pesan. Jadi, seseorang harus memiliki suatu kecakapan dalam berhadapan dan mengonsumsi media.
Ironisnya, justru media massa tak pernah memberikan pendidikan media literacy secara langsung. Sebab, khalayak yang cerdas menagih kualitas manajemen media dan pengonstruksian pesan yang pada gilirannya meniscayakan institusi media merogoh kocek lebih dalam. Bila biaya melansir media menjadi mahal, profit akan menjadi menipis. Tetapi kondisi ini bukan satu-satunya implikasi. Kesiapan sumberdaya merupakan pokok masalah bagi institusi media yang baru tumbuh di Indonesia. Dengan begitu, untuk mempersiapkan masyarakat menghadapi era informasi dan pergaulan antarbangsa diperlukan rekayasa sosial yang bertujuan membentuk masyarakat yang well-informed tanpa harus menjadi buta media.

Ilmu Tentang Broadcasting


O
Broadcasting, atau penyiaran radio dan televisi adalah media massa, alat yang dipakai untuk berkomunikasi dengan orang banyak. Distribusi program radio (audio) dan televisi(video) disampaikan dengan transmisi kepada pendengar dan penonton. Setelah masa kepemimpinan Soeharto, perkembangan jumlah stasiun radio dan televisi sangat pesat sehingga banyak pekerja kedua media ini yang tidak mengenyam ilmu broadcasting.


Ada banyak sekali keahlian yang dibutuhkan untuk menjalankan sebuah stasiun radio apalagi televisi. Beberapa profesi yang sangat popular adalah penyiar radio, presenter televisi dan produser. Selebihnya mungkin masih sangat jarang kita dengar sambil kita kuliah, ada baiknya mendekatkan diri ke berbagai bisnis. Radio dan, khususnya televisi sangat membutuhkan orang-orang yang kreatif, inovatif dan produktif.
Jenis-jenis media


Seperti kita ketahui, media adalah suatu ‘alat’ yang menghubungkan kita dengan dunia luar. Tanpa media, kita akan sulit mengetahui apa yang terjadi di sekeliling kita. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa media adalah sumber informasi utama bagi semua orang di dunia.
Media dapat digolongkan menjadi tiga menurut jenisnya, yaitu media cetak yang terdiri dari koran, majalah, dll, media elektronik terdiri dari televisi dan radio, dan yang masih tidak jelas statusnya yaitu media online dengan perangkat internet.

Media online juga sering disebut ‘media banci’ karena fungsinya sama – sama dapat digolongkan ke dalam dua media sebelumnya, cetak dan elektronik.

Tiga jenis media tadi juga mempunyai kekurangan dan kelebihannya berdasarkan kecepatan, biaya produksi, ketajaman berita, dll. Kelebihan serta kekurangan ketiga media tersebut adalah:
Media Cetak

Kelebihan (+):

Repeatable, dapat di baca berkali-kali dengan menyimpannya atau mengklipingnya.
    Analisa lebih tajam, dapat membuat orang benar-benar mengerti isi berita dengan analisa yang lebih mendalam dan dapat membuat orang berfikir lebih spesifik tentang isi tulisan.

    Kekurangan (-):

    Lambat, dari segi waktu media cetak adalah yang terlambat karena media cetak tidak dapat menyebarkan langsung berita yang terjadi kepada masyarakat dan harus menunggu turun cetak. Media cetak sering kali hanya memuat berita yang telah disebarluaskan oleh media lainnya.
      Tidak adanya audio, media cetak hanya berupa tulisan yang tentu saja tidak dapat didengar.
        Visual yang terbatas, media cetak hanya dapat memberikan visual berupa gambar yang mewakili keseluruhan isi berita.
          Produksi, biaya produksi yang cukup mahal karena media cetak harus mencetak dan mengirimkannya sebelum dapat dinikmati masyarakat.


          Media Elektronik
          Kelebihan (+):

          Cepat, dari segi waktu, media elektronik tergolong cepat dalam menyebarkan berita ke masyarakat luas.
            Ada audio visual, media elektronik mempunyai audio visual yang memudahkan para audiensnya untuk memahami berita.(khusus televisi)
              Terjangkau luas, media elektronik menjangkau masyarakat secara luas.

              Kekurangan (-):

              Tidak ada pengulangan, media elektronik tidak dapat mengulang apa yang sudah ditayangkan.


              Media Online
              Kelebihan (+):

              Sangat cepat, dari segi waktu media online sangat cepat dalam menyampaikan beritanya.
                Audio Visual, media online juga mempunyai audio visual dengan melakukan streaming.
                  Praktis dan Fleksibel, media online dapat diakses dari mana saja dan kapan saja yang kita mau.

                  Kekurangan (-):

                  Tidak selalu tepat, karena mengutamakan kecepatan berita yang dimuat di media online biasanya tidak seakurat media lainnya.
                    Tidak terjangkau luas. Belum semua lapisan masyarakat bisa menikmati layanan media online

                    Melihat kekurangan dan kelebihan yang dimiliki ketiga media di atas, media online mempunyai keunggulan dalam segi kecepatan. Kecepatan tersebut dapat mengalahkan kedua media lainnya karena audiens sekarang lebih mengutamakan kecepatan dan kemudahan dalam mengakses informasi, dan hal itu dimiliki oleh media online.
                    Melihat hal ini, prospek media online akan sangat unggul dan dapat mengalahkan kedua jenis media lainnya. Apalagi jika seluruh dunia dapat mengakses internet dengan mudah, otomatis media online akan lebih sering digunakan audiens dibanding kedua jenis media lainnya.
                    Permasalahan yang dihadapi adalah, saat ini media online belum bisa menjangkau semua lapisan masyarakat. Hanya beberapa kalangan tertentu yang bisa mengakses informasi melalui media online ini. Mungkin sekarang sudah lebih maju karena masyarakat lapisan bawah yang selama ini menjadi masyarakat minoritas pengakses media online, jumlahnya sudah meningkat. Namun masih ada kendala lain, yaitu keterbatasan Sumber Daya Manusia mereka, yang hanya bisa mengakses beberapa informasi kecil atau hanya sekedar chatting dan membuka situs jejaring sosial.

                    Mengenal Radio
                    Radio adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi gelombang elektromagnetik. Cara modulasi merupakan proses perubahan suatu gelombang periodik, biasanya berfrekwensi rendah, sehingga menjadikan suatu sinyal mampu membawa suatu informasi. Radiasi elektromagnetik adalah kombinasi medan listrik dan medan magnet yang merambat lewat ruang udara dan membawa energi.

                    Karakteristik Radio
                    Siaran Radio mempunyai sifat khusus atau karakteristik yang perlu dipahami, seperti hanya menyajikan suara, dapat membangun daya khayal, dan yang menjadi unggulan utamanya adalah cepat saat itu juga (real time).. karena dengan mempelajari dan menguasai pengetahuan karakteristik radio inilah program radio dapat dikembangkan secara maksimal.
                    Karakteristik Siaran Radio yang penting diketahui diantaranya:
                    -Auditif (konsumsi telinga)
                    -The Theatre of The Mind (media imaginasi)
                    -At Once (cepat/segera/seketika)
                    -Heard Once (didengar sepintas)
                    -Personal / akrab / individual
                    -Secondary Medium (teman dalam aktivitas).
                    -Menembus ruang dan waktu
                    -Murah / cheap
                    -Mobile (mudah dibawa/dipindahkan)
                    -Local (factor kedekatan)
                    -Media Massa / speaks to millions.

                    Tahapan Produksi Televisi
                    Televisi sebagai media elektronik merupakan media yang paling banyak digunakan oleh masyarakat dalam memperoleh informasi. Selain karena informasi yang ditampilkan berupa audio visual, televisi bisa menayangkan informasi secara serempak. Selain itu televisi dapat menjangkau banyak masyarakat karena untuk dapat menikmati tayangan televisi, masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya yang terlalu banyak. Dengan demikian sebuah program televisi akan bisa terus tayang tergantung respon dari masyarakat. Agar sebuah program televisi dapat mencapai sasaran penonton yang diinginkan, maka harus dilakukan beberapa tahapan produksi televisi sebelum kita membuat sebuah program televisi.
                    Berikut merupakan tahapan produksi televisi:

                    1. Membuat tujuan dari produksi, adalah bagian terpenting dalam tahapan produksi. Kita harus membuat tujuan dan sasaran yang jelas karena dengan tujuan tersebut maka tahapan produksi akan berjalan degan lancar. Jika tujuan tersebut tidak tercapai, maka kita dapat mengevaluasi bagaimana tujuan yang benar agar sebuah acara dapat diproduksi dengan baik. Tujuan produksi bisa untuk informasi, edukasi, dan lain-lain. Kenyataannya, tujuan utama dari produksi sebuah program adalah menarik minat pemirsanya sehingga akan mempengaruhi sukses atau tidaknya sebuah produksi program acara.

                    2. Menganalisa target penonton, sebelum melaksanakan produksi, hal yang harus kita lakukan adalah menganalisa target penonton baik dari psikografis, demografis, geografis, dan lain-lain sehingga tidak akan terjadi “salah alamat” dalam membuat suatu program. Program yang ditargetkan untuk orang tua, kemaslah program tersebut agar menarik ditonton oleh orang tua. Jangan sampai malah anak-anak yang menikmati sehingga yang terjadi adalah pemirsa bosan dan pemirsa yang bukan targetnya akan terkena imbas “Sindrom Televisi”.

                    3. Lihat kembali program sejenis yang sudah ada sebelumnya, Dalam memproduksi sebuah program, mari kita tengok ke belakang apakah program sejenis sudah ada atau pernah kita buat sebelumnya. Jika program yang pernah dibuat itu gagal, maka buatlah sebuah program baru. Kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam program sebelumnya akan membuat program baru ini berbeda karena semua sudah dievaluasi. Perubahan itu penting. Dalam hal ini menyangkut konsep, pendukung artis, lokasi, dan waktu.

                    4. Membuat proposal program, Membuat proposal program adalah tahapan dimana konsep-konsep yang sudah dipikirkan matang-matang diterjemahkan ke atas kertas. Dalam menyusun proposal ini ada beberapa tahapan lagi yang harus dilewati. Yang pertama adalah membuat treatment dan jelaskan detail maksud dari dibuatnya program tersebut. Setelah bagian tersebut selesai dikerjakan, maka buatlah naskah keseluruhan program. Dalam hal ini menganalisa & menilai rancangan program, yang nantinya disetujui atau ditolak menjadi desain program.

                    5. Membuat Pengaturan Jadwal/Schedule, Pengaturan schedule acara tidak dilakukan begitu saja tanpa perencanaan serta evaluasi setelahnya. Ada proses yang dilalui sehingga tayangan tersebut bisa secara rutin dilakukan stasiun televisi. Yang mengatur itu semua dilakukan di satu departemen yakni Programming Departement. Di dalam TV Programming akan tercakup :
                    · Orientasi Program
                    · Kebijakan Program
                    · Strategi Program
                    · Sumber Acara
                    · Pola Acara
                    · Kriteria Acara
                    · Pengembangan Program
                    Untuk menjalankan ke 7 aspek di atas, programming memiliki harus memiliki strategi yakni : Counter Programming, Block Programming, Hammock, Tentoling, dan Stunting.

                    6. Memilih lokasi, Jika produksi didalam studio tidak mencukupi, anda harus memutuskan lokasi di luar . Orang yang bertugas untuk mensurvei dan mengkoordinasi lokasi dinamakan location scout atau location manager.

                    7. Memilih pemeran dan peralatannya, Disini anda memutuskan siapa yang akan memerankan tokoh-tokoh dalam produksi anda pameran langsung menawarkan kepada orang terkenal/bisa juga melalui proses seleksi (casting). Hal ini juga dapat dilakukan jauh sebelum produksi berlangsung. Ini bisa digunakan sebagai bahan proposal. Orang yang menangani hal kostum dan peralatan disebut Set Designer. Dia bertugas melihat naskah lalu melakukan penelitian kemudian mendiskusikannya dengan sutradara, setelah melakukan perjanjian diatas. Set Designer dapat juga sebagai Designer pada proses komputer jika produksi tersebut membutuhkan sentuhan komputer.

                    8. Memulai latihan dan shooting, tergantung dari jenis acaranya seperti apa. Latihan atau disebut dengan gladiresik bisa dilakukan pada saat sebelum acara utama dilakukan atau di shooting kan. Produksi acara yang menggunakan sistem live on tape harus melakukan gladiresik karena nantinya akan ada latihan khusus untuk gerakan, kamera, properti, dan lain-lain yang tidak bisa di rekam ulang. Berbeda dengan produksi drama yang bisa mengambil gambar berulang-ulang karena terbantu dengan teknologi editing.

                    9. Pasca Produksi, Setelah semua produksi dilakukan, selanjutnya menindaklanjuti hasil dari produksi kita. Televisi penyiaran memiliki rating. Di dalam lembaga televisi, acara aka dievaluasi, diuji coba/ditanggapi oleh para informer.

                    Senam di Broadcast
                    Broadcaster juga ada senamnya lho? Bisa disebut juga senam artikulasi. Karena seorang broadcaster harus punya artikulasi yang baik. Ini mutlak diperlukan. Bagaimana dia bisa menarik perhatian audience dan arah pembicaraan bisa ditangkap dengan jelas oleh audience, jika dia tidak mempunyai ‘kejelasan bicara’ (artikulasi) yang bagus. Nah! Kitabisa memulainya dengan senam broadcast ini. Sederhana, bisa dilakukan dimana saja tetapi satu yang terpenting, kita melakukan dengan teratur.
                    Berikut rangkaian kegiatan dari senam broadcast:
                    1. Lepas semua benda yang bikin ribet, semisal kacamata dll.
                    2. Lemaskan tangan
                    3. Taruh tangan di pinggang, lemaskan kepala, kemudian gelengkan kepala duakalikesamping kanan, terus kesamping kiri. gerakkan sampai hitungan ke 8
                    4. Tangan tetap di pinggang. Anggukan kepala dua kali ke depan, dua kali ke belakang. Lakukan sampai hitungan ke 8
                    5. Putar kepala perlahan-lahan sampai hitungan ke 8
                    6. Tangan di pinggang. Ambil nafas, tahan di perut, kemudian lepaskan dengan membuka mulut selebar-lebarnya serta mengeluarkan suara vokal a. Ulangi hingga 8 kali
                    7. Tangan di pinggang. Buka mulut, bunyikan vokal a i u e o ulangi sampai 8 kali
                    8. Angkat kedua tangan ke muka setinggi pundak. Buka telapak tangan. Tegangkan, kemudian julurkan lidah ke bawah, dan mata buat mendelik. Tahan hingga hitungan ke delapan.
                    9. Angkat tangan ke muka setinggi pundak. Kuncupkan telapak tangan menyerupai paruh burung. Tegangkan. Kemudian kerucutkan mulut kamu sampai ‘mecucu’ setelah itu ekspresikan mata kamu bak seorang ketakutan. (meremkan kayak org ketakutan) tahan hingga hitungan ke 8

                    10. Lakukan sebelum tidur malam dan bangun tidur